Sabtu, 03 September 2011

Luv U...



Jangan pernah lelah untuk temukan
Saat sembunyi dalam diam dan bodoh nya aku
Seperti sekarang mungkin adalah salah satu bagiannya

Biarkan aku berjinjit meraih mu
Hanya ingin kau dengarkan langsung lisan ini
Lirih perlahan ... dengarlah


Ini aku
Ini hati ku
Yang ..... "mencintai mu"


just hope you feel the same like i do
lov u 19 jull'11

My guardian




Ada nada marah dalam suara mu malam ini...
Sedikit tercekat tapi itupun karna aku
Putarana kesalahan yang ku buat sendiri
lihat betapa bodoh nya

Tapi satu...seperti mengerti khawatir terselip
Mungkin bgitu ada nya
Aku benar butuhkan mu
Pada siang pada malam pada hari pada bulan juga pada tahun
Di hidup milik ku dalam harap jadi hidup kita

Ada bunga merekah dalam senyum pada sikap tak suka
Satu lagi kuatkan sepertinya dia itu memang kau

Maka jangan berjarak lagi
Bahkan pada potongan waktu hitungan pemisah
Sampai satu itu benar benar jadi milk ku
Gelayut manja lingkar tangan utuh yang menjaga

One reason that make me believe....
That is you

Jadi jelaskan untuk alasan apa marah pada dunia
Saat biarkan aku rasakan perih
Temukan jawab nya ...
Agar kau temukan aku dan sembuhkan luka


Bertahan di sana jangan hanya untuk malam ini
Terlebih dalam diam mendoa
Biarkan ada kau yang menjaga
Untuk selamanya....

with all heart 19 jully'11


Larung ombak "tak lagi biru"



Debur yang menghambar....
Ah seperti tamparan tinggalkan lebam
Pantas saja terasa sarat luka
Tempurung kosong

Bodoh.. merasa begitu menjaga merasa bgitu ingin sodorkan bahagia
Punya hak apa dengan semua ...
Bengal...merasa paling berhak menjadi penentu hati

Senyum kelu sungguh tak mengerti
Smua hanya berujung pada pedih
Tapi benar bukan ini yang diingi
Berlari mencari sudut untuk menjerit

Ada suara tertahan...meledak hanya dengan titik bening
"Kak"...maafkan
Ketidaktahuan ini kebodohan ini

Sudahlah tak lagi mampu berceloteh pada sore
Terdiam sudah benar banar diam


Ombak yang tak lagi biru memacah syahdu
Tepian pantai bukan tempat berlabuh
Lalu kemana buih putih itu berujung
Kembali ke luat menggulung....

Ini tak adil tak pernah adil

Kamis, 01 September 2011

Kau ada


Aku yang nikmati tiap jengkal syahdu
Belai lembut hati terkadang bahkan dengan marah itu
Jangan pergi pada hari
Jangan juga beranjak dari malam

Tak terlihat lagi....
Yang lain mengisi
Maka bertahan hingga terpeluk seutuhnya
Hanya kau yg di ingini utuh menjaga

Kisah malam pertemukan saat beranjak dari luka
Perih mu yang juga terasa saat tergugu pada kisah terdahulu






Lirih kejauhan..... aku mencintai mu
Biarkan untuk malam ini "aku meremang menahan tangis"
Dengarlah juga...
Tak peduli berat jalan ini "aku milik mu saja"


a day on 19 july"11

Senin, 21 Februari 2011

fragile



what if ........
your name is no longer written there
some place called... "heart"
which is mine

Sabtu, 19 Februari 2011

Hanya batas..ingin


Rapuh mematah lubang lubang kecil yang meranggas
Pori pada hati saat tertembus hampa
Aku berayun pada ujung lirik yang menetes

ah... masih milik ku
Kukira tak lagi
Naif nya...

Akan berdampingan..bukankah itulah dunia itulah hidup
Tulus yang terlukai bukan penghianatan
Rupa "AKU" nya begitu terwujud

Sudah bersiap pada lubang sembunyi milik ku
Ku pikir akan terlindung bergelung nyaman dalam nya
Masih sisakan perih menatap hanya potongan udara semu

Begitu merindukan
Begitu lelah berjalan tapak yang tak lagi menapak
Begitu letih jalan yang sudah seperti tak datang ujung

Aku ingin tidur..
Terlelap yang panjang ..tanpa mimpi tanpa ingin ..tanpa harap
Hanya saat terbangun masih bisa berlindung

Rona merah muda masihkan terlihat saat binar terbuka
Entahlah.. terkadang terlalu lelah
Bahkan sekedar bertanya

hm.. merah muda

Senin, 14 Februari 2011

Andai menoleh "jangan bertanya"


Kau takut aku memilih
Bertanya akan menoleh perhentian yang berbeda
Bahkan mundur pada langkah kisah dulu

Hitung tahun kau mengenal air mata
Ujung koridor terusik titik jatuh satu satu
Bukan hujan itu aku...itu milik ku

Senja ku tunggu saat harap tak seorang perhatikan derainya
Tak pernah tahu.. kau di sana
Perhatikan bulir ku

Hari di mulai sebuah nama ukir arti
Ada yang bertumbuh kembang di dalam

Pernah ada terjal luka berdarah
Tangis syahdu mengadu semua yang kita lewati
Mulai hari kau meminta hingga hari ini..

Jangan tanya aku tak usah tanyakan hati
Sungguh tlah terjawab saat kau hentikan aku
Tergugu pada senja ku dahulu...

Saat menoleh kau sesungguh nya tlah tahu
Tak perlu bertanya " ini milik mu"
Hati...