Kamis, 01 September 2011

Kau ada


Aku yang nikmati tiap jengkal syahdu
Belai lembut hati terkadang bahkan dengan marah itu
Jangan pergi pada hari
Jangan juga beranjak dari malam

Tak terlihat lagi....
Yang lain mengisi
Maka bertahan hingga terpeluk seutuhnya
Hanya kau yg di ingini utuh menjaga

Kisah malam pertemukan saat beranjak dari luka
Perih mu yang juga terasa saat tergugu pada kisah terdahulu






Lirih kejauhan..... aku mencintai mu
Biarkan untuk malam ini "aku meremang menahan tangis"
Dengarlah juga...
Tak peduli berat jalan ini "aku milik mu saja"


a day on 19 july"11

Senin, 21 Februari 2011

fragile



what if ........
your name is no longer written there
some place called... "heart"
which is mine

Sabtu, 19 Februari 2011

Hanya batas..ingin


Rapuh mematah lubang lubang kecil yang meranggas
Pori pada hati saat tertembus hampa
Aku berayun pada ujung lirik yang menetes

ah... masih milik ku
Kukira tak lagi
Naif nya...

Akan berdampingan..bukankah itulah dunia itulah hidup
Tulus yang terlukai bukan penghianatan
Rupa "AKU" nya begitu terwujud

Sudah bersiap pada lubang sembunyi milik ku
Ku pikir akan terlindung bergelung nyaman dalam nya
Masih sisakan perih menatap hanya potongan udara semu

Begitu merindukan
Begitu lelah berjalan tapak yang tak lagi menapak
Begitu letih jalan yang sudah seperti tak datang ujung

Aku ingin tidur..
Terlelap yang panjang ..tanpa mimpi tanpa ingin ..tanpa harap
Hanya saat terbangun masih bisa berlindung

Rona merah muda masihkan terlihat saat binar terbuka
Entahlah.. terkadang terlalu lelah
Bahkan sekedar bertanya

hm.. merah muda

Senin, 14 Februari 2011

Andai menoleh "jangan bertanya"


Kau takut aku memilih
Bertanya akan menoleh perhentian yang berbeda
Bahkan mundur pada langkah kisah dulu

Hitung tahun kau mengenal air mata
Ujung koridor terusik titik jatuh satu satu
Bukan hujan itu aku...itu milik ku

Senja ku tunggu saat harap tak seorang perhatikan derainya
Tak pernah tahu.. kau di sana
Perhatikan bulir ku

Hari di mulai sebuah nama ukir arti
Ada yang bertumbuh kembang di dalam

Pernah ada terjal luka berdarah
Tangis syahdu mengadu semua yang kita lewati
Mulai hari kau meminta hingga hari ini..

Jangan tanya aku tak usah tanyakan hati
Sungguh tlah terjawab saat kau hentikan aku
Tergugu pada senja ku dahulu...

Saat menoleh kau sesungguh nya tlah tahu
Tak perlu bertanya " ini milik mu"
Hati...

Minggu, 16 Januari 2011

Satu..



Ku putik lembar yang pernah habis terkoyak
Satu satu rengkuh tiap potong nya
Tak juga sisipkan dendam antaranya
Untai terlepas jalin jalin ...

Paruh waktu hanya itu yang tersisa
Yang ku punya..
Tidak juga dalam janji
Hanya degup berbalut kasih tersisa pada perjalanan

Biarkan jemari jelujur tiap jengkal beraian yang dulu disia siakan hari
Tak pernah sempurna karana tak pernah bisa

Akan lebih indah karna ada kau nyata
Katakan akan berusaha sungguh terlihat ukir aku di sana

Semoga perhentian terakhir saat kusulam pohon perih berbuah rinai suka
Lihat rimbun daun hijau kenang sebagai penanda

Ada aku...
Kau juga kita sebagai cerita
Waktu merayap lengkapi aku yang mulai sempurna

Sempurna sebagai kekasih
Sempurna untuk menyayangi
Sempurna menjadi belahan berdegub milik mu


Saat itu ku bingkai mozaik kita
Bukan hanya sekedar tersambung bukan hanya sekedar gambar diam

Terlebih dari semua...
Itu aku..itu kau.. itu kita
Itu satu

Rabu, 05 Januari 2011

Celoteh diam malam


Malam tadi ku peluk erat punggung ponsel ku
Tak jengah biarpun panas buat buku buku jari keluarkan titik air berbau masam...

Terus erat genggaman hanya harap ada getaran... yah getaran tunggal
Tak peduli bahkan hanya sekali penanda bukan dering "call"
Yang kuharap hanya pesan "sms" dari mu

Bingkai bulat ku berkedut..
Bukan karna tanda bertemu seseorang
Terlebih karna lelah

Saat pupil menyempit melebar melihat layar persegi nampak mati

Ahhhhhh sudah semalaman aku menunggu nya
Untuk rangkai pesan entah berapa belas terkirim

Berjibaku kau bilang.....
Dengan semua sibuk itu
Sungguh materi hal yang paling ku benci tapi juga ku butuhkan dalam hidup
Hanya saja bukan tentang sgalanya...

Mengapa nyata hal itu terpenting untuk mu
Tidakkah cukup dengan yang ada???

Malam kadang buat ku berfikir
Seperti batu aku menjadi diam kaku sel sel otak terlalu sibuk
Bahkan sekedar memerintahkan lidah mengolah kata

Aku hanya PUTRI dari keluarga sederhana
Tak berparas pualam tidak juga bertahta mahkota
Tak berwaris limpahan harta
Smua jalas tertulis pd luapan yang tak pernah kau mengerti apa


Setelah semua.. biarkan kita mencoba
Sekali lagi mungkin untuk terakhir ini
Biarkan aku yang banyak memilah sifat agar kau nyaman

Tapi bila tlah sampai pada batasan itu..
Saat tak mampu ikuti smua anggapan mu
Mungkin pada detik itu lapis lapis sabar yang pernah sangat kupinta pada Nya akan ku tinggalkan

Lihatlah malam yang ku fikir terkadang menggeleng lihat pola tak tentu nya "AKU"
Pada gelap peluk nya ku titip sisa lapis yang ada
Hanya berharap cukup hingga batas akhirnya

Dan lihat saat malam beranjak meninggalkan ku..layar mati itu
Tak juga berikan lega bagi ku
Tak bergetar tidak tiga dua bahkan satu kali saja

Tidak sama sekali...

Rabu, 08 Desember 2010

Terlalu lelah, bahkan untuk...




Lihatlah malam aku tersesat dalam gelap mu
Tak tentu arah meraba jalan mana tujuan yang mana...
Aku tak berpenuntun

Bintang tak tunjukkan jalan kilau keperakan bulan enggan tersenyum
Fajar meraba lembut kulit ...
Aroma udara berbeda tercium embun perlahan bias saat matahari terang

Tak juga temukan secuil petunjuk
Aku terbakar dalam siang
Gelepar dahaga ... tak lagi mampu bertanya begitu meranggas

Bahkan teduh awan bermusuh mencibir ke arah lelah
ku pandang kejauhan saja

Akan diam akan bisu bahkan menuli hambar hanya sisakan tatap hampa
Tak lagi berani bahkan sekedar bermimpi
Untuk arah untuk tujuan akhir

Gontai langkah berdarah pada malam pada siang pada hari....