Jumat, 12 Maret 2010
Aku...

Sudah kucuri detik jemput hari
Tak luput tanya pada surya
Menunggu bulat penuh juga tebar kerlip kecil
Sampaikan apa mereka temukan rupa
Terseok langkah terjegal potong kisah
Rundung hening ingat keras adakah ucap lukai
Atau laku bekukan kenang
Hingga nyanyian tak tembus kokoh diam
Angin enggan hantar kabar
Hujan murung berteman lara
Gambar diam bagian kecil tersimpan
Tidakkah mengerti …
Gemetar sudah jatuh tertunduk
Lihat ku bawa pintal kenang dalam gelembung rasa
Di malam juga siang milik ku
Terbang tiap untai nya
Pecah di awan gema gamang bersuara
Berseru hanya pada satu
Aku mencari mu
Cukup ini untuk mu

Langur rindu abaikan samar bayang
Tetap di sana tak juga beranjak
Tekad yang runtuh pada ujung rasa
Pelupuk terpejam mencari jawab dalam diam
Ada nama di lembar catatan hati
Jelas tertulis bukan sekedar huruf
Bersusun dengan semua cerita
Beberapa tahun temukan warna berbeda
Sadar aku hanya potongan kecil
Bahkan tak pernah sedikit membekas di hari
Cukup rona hangat mu membungkus semu
Bisik pada angina agar menjagamu
Katakan matahari hantar hangat padamu
Titip bulan keperakan temani malam mu
Pinta hujan lembut menari bersama lamun mu
Cukupkan kisah terdahulu
Jelas luka tak juga mampu basuh perih
Malam bawa diri pada bayang
Biarlah itupun cukupkan sudah
Raba hati dalam gores kata
Pandang diam raut tak bergumam
Mendoa kembali..lagi dan lagi..
Untuk indah peluki hari
Bukan milik ku…. Tapi hari yang jadi milik mu
Coba raba gurat tertinggal
Terhenti sesaat atau...

Titik jatuh tanpa gemuruh menetes begitu saja
Tak berisyarat tidak juga dengan tanda
Basah tiap bilah ranting dahan bahkan daun
Putik perlahan tertunduk gugur juga akhir nya
Lihat kejauhan coba mendekat tutupi kedua telapak
Tersentak .....
Pohon kecil itu hanya bias berbayang tak nyata
Jemari tembus hampa hanya sekumpulan udara
Mengertikah seperti itu yang terasa tentang kita
Gapai bongkah titian tak juga sampai pada tepi nya
Terhenti cukup disini..
Nikmati letih saat pinta melangkah kembali
Sesaat kah atau untuk....
“Dia dan malam milik nya…

Sosok berkawan malam
Nyaman di peluk hening jemari wakil imagi
Kunci rapat seolah tegar
Melihat patahan celah tertangkap juga
Bocah merajuk pada ingin hati
Sisi lain berpegang seolah teguh
Melagu balut kenang titik dari awan
Lukis abu warna
Berbeda temukan binarnya merona
Lembar gugur itu… kini bersayap
Kitari hati bawa sejuk peluk dalam sapa
Sisakan jejak malam
Pendar mahluk kecil bersinar teman lamunan
Sesaat menoleh temukan sunyi yang di suka
Pernah coba menyentuhnya
Ragu ulur terhenti lalu terdiam
Tak juga mengerti mungkin tak ingin dimengerti
Di akhir … hanya ada diri dan malam nya
Permintaan ....“ 25 juli 2009"
Langganan:
Postingan (Atom)



