Rabu, 04 Maret 2009

Pangeran ku

Pinangan kikuk pangeran pemalu...

Duhai pangeran ku......
menatap debu menderu.....
Sesaat terpicing matamu
Seraya menggerutu

Menanti kekasih liku perjalanan
Jemput saja dia..............
Minta pada ayah bunda
kita lihat lanjut kisah.....

Senyum sapa renyah bunda...
Dingin sikap ayah cukup perhatikan tingkah
Gelitik ulas senyum tatap raut nya
Gusar senyum itu tak tentu arah

Raih jemari,.......ku tenangkan kan engkau
Kecup punggung tangan mereka
Perhatikan kaku laku....
Ada apa sayang ku

Sampaikan saja maksud mu......
Bila esok bertandang pendopo rumah ku
Bawa tulus rasa jujur ada nya
Buat ayah bunda tersenyum bahagia

Ku tahu kau berusaha
Mintalah dengan kesungguhan jiwa
Getar kau rasa
kuatkan saja

Senyum tatap rona mu
Kau begitu....... kaku
Itulah pangeran ku,tak terlalu indah tutur mu..
Tapi mengerti hatimu

Tarik nafas mu lega
Dengar kata bunda
Ayah sunggingkan senyum wibawa
Untuk kisah bahagia..

Rasa hati




Kisah......

Bau tanah
Air langit basah
Terendam lara sendiri
Terhenyak penggalan kisah
Ada kau terdahulu di lintas hari......

Sadari tak termiliki kembali
Haturan maaf tertata tiap luka beriring peri
Semua janji hanya mengendap sudut imagi
Maaf bukan tak lagi sayangi........

Kerikil menggores perjalanan hari
Langkah terseok sisi tersakiti
Tertinggal reruntuhan puing rapuh
bilik kasih sepi
Tak berpenghuni
Naungi pelukan sunyi.....

Rasa hati untuk kisah ini.....

Senin, 02 Maret 2009

Siluet hati...


aku hanya seseorang...
tanpa nama..tanpa bentuk,tanpa rupa
satu sosok yg genggam erat tanya
perjalanan tak tentu arah

bukankah aku bagian dari nya...
siapa... aku,kamu,dia,mereka
tanya tanya dan selalu tanya
kesalahan dari seribu perjalanan terdahulu

hanya berusaha temukan dirimu
butuh berapa lagi....
seribu..sejuta...atau bahkan tak hingga
tuk dapatkan sejati haruskah terluka

bukan nya semua berharap akan indah
ku harap kau pun mencari...
kau pun rindukan ku...
bahkan mimpikan tentang kita

meskipun sungguh tak tahu...
rupa bahkan wujud mu
hanya doa untuk segera bersatu
kau untukku dan sebalikya aku untuk mu...

indah pertememuan
persembahkan terbaik...
kau bagian diri ku...
lengkapilah hidup ku...


dengan hadir mu.......

Awan..




Menyusun awan.........

nampak berarak di awal hari ku
hitam meredup pagi ku
sisa bunga tidur yg resahkan aku
begitu berat rindu ini
galau hati gamang terbawa dingin udara
entah mengapa sudah kutitip pada angin...
pada sayap kupu kupu
juga pada wangi bunga...
mungkin mereka telah enggan
hingga tak tersampaikan rindu yang rundung hati
seperti aku yang kini terlalu lalah bahkan untuk sekedar
merindukan diri nya...........

angin bawalah biru langit ku
dengan gumpalan putih awan ku
agar tak lagi kelabu hari ku
hati ku....


ku yang merindu mu
* sebentuk rasa untuk nya*

Dawai...




Dawai sumbang pemetik harpa.....


Sepi mega gelap pekat tutup indra
Petik dawai harap akan indah nada
Getir....... mengapa sumbang terasa
Lagu ku tak lagi merdu membuai sukma

Perhatikan.....
Dari mana perih ini
Menjalar penuhi seluruh nadi
Sakit sekali.....

Jemari terluka....
Bagaimana persembahkan indah denting harpa
Dengan jari-jari yg tak lagi indah sempurna
Tergores di penuhi luka

Wahai hati pujangga
Sudilah berbalas untuk ku saja
Tak harukah atas diri yg berbalut luka
Saat kau tak juga hadir menyapa

Gundah penghujung malam


Gundah selimut malam...

sepi erat peluk sukma
pada jiwa kerap bertanya.....
adakah setia mu terjaga
entah mengapa gundah terasa

tuhan..............hati berbisik lirih
rindu yang engkau titipkan begitu perih
hingga terkadang terlalu sedih
jalan yg pernah indah berakhir tanpa kekasih

dirimu,sosok terindah kalbu
rasa menari di lantai dingin hati ku
adakah kau tahu jiwa syahdu sangat merindu
akankah bertemu dalam satu..........

untai doa pelupuk terpejam mendoa sukma
mutiara beriring air mata
sujud sepi malam jadi milik kita
harap tuhan dengarkan pinta.........

hanya ikhlas titian pasrah pada Nya
bilakah semua indah milik kita..........
untuk yg tercinta
selalu terangkai duka cita doa

manja ini hanya padamu
senyum ini selalu indah bagimu
sayang yg kurasa pada hati mu
hati yang berbalut rindu ini milik mu....

Adam "


Adam ku.............

Tuhan.........,dengar hati
alunan doa tak henti
sejumlah bintang angkasa malam mengamini
harap yg terpatri

tak terlalu indah diri sadari
salahkah bila berharap janji
hanya insani jejaki hari
tuhan kuatkan hati.....

dimana engkau pemilik sebelah hati
megrtikah begitu rindu ini
jiwa menangis perih berteman sepi
tidakkah rindu yang juga milik mu hakiki

adam ku
hawa ini merindu indah mu
siapakah ada mu
sosok teristimewa relakang satu rusuk untuk ku

doa beratap tanya kepada cipta
tunduk ku sujud malam untai harap pada nya
buliran air mata ikut menyerta
indah itu akankah ada.........

bilakah tertunda masa
harap tabahkan saja
jangan kau rentaskan tanya
ku bersimpuh padamu saja

hening malam beriring angin mengusik
dengarkan deru kalbu yang berbisik
bawa rasa ini kepada adam ku
hawa ini begitu menunggu mu.....................